Program Revitalisasi Diasistensi dan Didampingi Kejaksaan Agung
Jakarta—Pada 2025, program Revitalisasi Satuan Pendidikan berhasil menyasar 16.167 sekolah dari sasaran awal 10.440 sekolah. Menurut Moch. Salim Somad, Direktur Sekolah Dasar, salah satu sebab penambahan jumlah sasaran itu adalah karena mekanisme swakelola yang digunakan. Swakelola, katanya, memiliki multiefek besar yang berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar sekolah.
“Menambah lapangan pekerjaan. Bahkan, di beberapa sekolah meningkatkan sense of belonging, rasa memiliki,” ujar Salim saat menyampaikan sambutan pada Bimbingan Teknis Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Angkatan 2 Tahap 4 di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, Selasa malam (19/5/2026). Oleh karena itu, mekanisme swakelola tetap dipakai pada Program Revitalisasi tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Salim juga mengatakan bahwa Program Revitalisasi tahun ini akan kembali didampingi oleh Kejaksaan Agung. Mendikdasmen Abdul Mu’ti telah mengirim surat kepada Jaksa Agung terkait permohonan pendampingan baik program Revitalisasi Satuan Pendidikan maupun Digitalisasi Pembelajaran.