Revitalisasi di Sekolah Terpencil, Keberuntungan yang Akhirnya Datang

29 Mei 2026 00:05:29

Jakarta–Betapa senang hati Dwi Susilowati saat tahu sekolah yang dipimpinnya mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selama ini, anggaran perbaikan sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

“Tidak bisa besar dana yang digunakan,” ujarnya di sela Bimbingan Teknis Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Angkatan 2 Tahap 1 di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, Kamis malam (16/4/2026). Sekolah Dasar Negeri 005 Air Hitam, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang dipimpinnya, memiliki 260-an murid. Jumlah murid berpengaruh pada besaran dana BOSP yang diterima.

Jenis bantuan yang diterima sekolah Dwi yaitu rehabilitasi ruang kelas, pembangunan toilet, pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), pembangunan ruang administrasi, dan pembangunan ruang perpustakaan. Ruang kelas yang akan direhabilitasi, menurutnya, kurang nyaman bagi kegiatan pembelajaran murid.

“Lantainya tidak keramik, coran semen. Plafonnya bolong-bolong. Kalau hujan, airnya suka masuk,” jelasnya. Jika musim hujan tiba, air hujan bisa masuk ke kelas. Hal itu pernah terjadi tahun 2025 lalu.

Dwi mengaku mengalami kendala dalam proses pemenuhan dokumen persyaratan, yaitu sulit sinyal. Jika listrik mati tiba-tiba, jaringan internet langsung hilang. Sehingga saat mengunggah dokumen mengalami kesulitan. 

“Kayak kemarin itu Zoom. Sempat pas saya diwawancara, hilang jaringan. Mati lampu sebentar, hilang jaringan,” kenangnya.

Kategori Informasi